Ini adalah website personal Selamat M. Harjono
Jumat, 1 Mei 2026 | oleh Selamat Muliyadi Harjono | Modul
MODUL BOOTCAMP MINGGU PERTAMA
Bootcamp Collaboration: Project-Based Learning (PBL) with Prompt Engineering
Tema: Building AI-Powered Point of Sale (POS) System to Unlock Customer Insights
Durasi: 5 Hari (40 Jam)
Target Output: Prototype AI-Powered POS + Laporan Analisis RFM Customer
Materi 1: Pengenalan Project-Based Learning (PBL)
Apa itu PBL?
Project-Based Learning adalah metode pembelajaran di mana Anda belajar melalui pengerjaan proyek nyata, bukan hanya teori. Anda akan menghadapi masalah kompleks, mencari solusi, dan menghasilkan produk yang fungsional.
Mengapa PBL untuk Bootcamp Ini?
Siklus PBL yang Akan Dijalani:
Peran Anda dalam Tim (Simulasi):
Materi 2: Pembahasan Studi Kasus Aplikasi POS – Retail
Apa itu POS (Point of Sale)?
POS adalah sistem yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan di tempat pembelian. Contoh: kasir minimarket, sistem restoran, toko online.
Fitur Minimal POS Modern:
AI-Powered POS: Apa Bedanya?
| POS Biasa | AI-Powered POS
| Hanya mencatat transaksi | Menganalisis perilaku pelanggan
| Laporan statis | Memberi rekomendasi dinamis
| Tidak bisa memprediksi churn | Mendeteksi pelanggan setia vs. yang akan pergi
Studi Kasus: Toko Retail “KopiKita”
Alur Kerja Proyek:
Materi 3: Konsep RFM (Recency, Frequency, Monetary)
Definisi RFM
RFM adalah metode segmentasi pelanggan berdasarkan tiga dimensi:
| Dimensi | Arti | Contoh | Skor (1-5)
| Recency | Seberapa baru terakhir transaksi | 1 hari lalu = skor 5, 30 hari lalu = skor 1 | Semakin baru → semakin tinggi
| Frequency | Seberapa sering bertransaksi | 10x transaksi = skor 5, 1x = skor 1 | Semakin sering → semakin tinggi
| Monetary | Total uang yang dibelanjakan | Rp 5jt = skor 5, Rp 50rb = skor 1 | Semakin besar → semakin tinggi
Mengapa RFM Penting untuk Retail?
Contoh Perhitungan Sederhana:
Misal data pelanggan A:
Implementasi RFM dengan AI:
Anda tidak perlu coding statistik rumit. Cukup buat prompt seperti:
*“Berikut data transaksi dalam format CSV: [tempel data]. Hitung Recency, Frequency, Monetary untuk setiap customer_id. Gunakan skala 1-5 (5 terbaik). Kelompokkan ke dalam segmen: Champions, Loyal, At Risk, New. Berikan 3 rekomendasi aksi untuk pemilik toko.”*
Output yang Diharapkan dari AI:
| customer_id | R | F | M | Segmen | Rekomendasi Aksi
| C001 | 5 | 5 | 5 | Champions | Beri undangan event eksklusif
| C045 | 2 | 5 | 4 | At Risk | Kirim diskon 20%
Materi 4: Prompt Engineering (Lengkap & Komprehensif)
Bagian A. Seni dalam Prompt Engineering
1. Mengenal Prompt Engineering: Seni Berkomunikasi dengan AI
Prompt adalah instruksi yang Anda berikan ke AI (ChatGPT, Gemini, Claude, dll). Prompt Engineering adalah disiplin merancang prompt agar AI memberikan output yang akurat, relevan, dan berguna.
Analoginya: Seperti memberi perintah ke asisten pribadi yang sangat pintar tapi literal. Jika Anda bilang "bawakan minuman", dia bisa membawa air keran. Jika Anda bilang "tolong buatkan satu cangkir kopi hitam tanpa gula, suhu hangat", hasilnya tepat.
2. Seni dan Strategi dalam Prompt Engineering
3. Teknik Prompting untuk Hasil Optimal
| Teknik | Penjelasan | Contoh
| Zero-shot | Tanpa contoh, AI langsung menjawab | "Jelaskan apa itu RFM."
| One-shot | Beri 1 contoh | "Contoh: 'Apel' → Buah. Sekarang: 'Wortel' → ?"
| Few-shot | Beri 2-5 contoh | *"Contoh 1,2,3. Lalu kerjakan soal ke-4."*
| Chain of Thought (CoT) | Minta AI berpikir langkah demi langkah | "Pikirkan langkah demi langkah: Pertama hitung recency, lalu frequency, lalu monetary, lalu beri segmen."
| Zero-shot CoT | Tambahkan frase "Mari kita pikirkan langkah demi langkah" tanpa contoh | "Hitung RFM untuk data ini. Mari kita pikirkan langkah demi langkah."
4. Tips Meningkatkan Kemampuan Prompt Engineering
Bagian B. Berbagai Pola dalam Prompt Engineering
1. Apa itu Pola pada Prompt?
Pola (pattern) adalah template atau struktur prompt yang sudah terbukti efektif untuk jenis tugas tertentu. Dengan pola, Anda tidak perlu "memulai dari nol".
2. Pengantar Pola Dasar Prompt Engineering
| Pola | Fungsi
| Persona | AI mengambil peran tertentu
| Persona Audiens | AI menargetkan audiens spesifik
| Few-shots | Memberi contoh sebelum tugas utama
| Chain-of-Thought | Memandu penalaran bertahap
| ReAct | Reason + Act (AI berpikir lalu bertindak)
3. Pola Dasar: Persona
Format: "Kamu adalah [peran]. Lakukan [tugas]."
Contoh: "Kamu adalah manajer toko retail yang berpengalaman. Berikan 5 cara meningkatkan retensi pelanggan."
4. Pola Dasar: Persona Audiens
Format: "Jelaskan [topik] seolah-olah kamu berbicara dengan [audiens]."
Contoh: "Jelaskan konsep RFM seolah-olah kamu berbicara dengan pemilik warung kelontong yang baru pertama kali menggunakan komputer."
5. Pola Dasar: Few-shots
Format: Contoh 1 input→output, contoh 2 input→output, lalu minta AI mengerjakan input baru.
Contoh:
Contoh 1: "pelanggan A beli 10x" → "Frequency tinggi"
Contoh 2: "pelanggan B beli 1x" → "Frequency rendah"
Sekarang: "pelanggan C beli 25x" → ?
6. Pola Dasar: Chain-of-Thought (CoT)
Format: "Mari kita pikirkan langkah demi langkah: [langkah 1], [langkah2], ... lalu [kesimpulan]."
Contoh:
"Hitung RFM untuk customer_id X. Langkah 1: cari tanggal transaksi terakhir. Langkah 2: hitung selisih hari. Langkah 3: beri skor recency. Langkah 4: hitung frekuensi. Langkah 5: hitung total belanja. Langkah 6: gabungkan skor."
7. Pola Dasar: ReAct (Reason + Act)
Format: "Pertanyaan: ...
Pikiran: ...
Tindakan: ...
Observasi: ...
Jawaban Akhir: ..."
Contoh untuk POS:
"Pertanyaan: Produk apa yang harus dipromosikan?
Pikiran: saya perlu lihat produk dengan penjualan turun.
Tindakan: hitung perubahan penjualan per produk.
Observasi: kopi tubruk turun 40%.
Jawaban Akhir: Promosi kopi tubruk bundling dengan gula aren."
8. Pengantar Adaptive Prompting
Adaptive prompting berarti prompt berubah berdasarkan respons sebelumnya atau kondisi. AI tidak hanya menjawab sekali, tapi beradaptasi.
9. Adaptive Prompting: Pola Question Refinement
Jika AI menjawab terlalu umum, minta: "Pertanyaan saya kurang spesifik. Tolong ajukan 3 pertanyaan klarifikasi sebelum menjawab."
10. Adaptive Prompting: Pola Alternative Approaches
"Jika pendekatan pertama tidak memungkinkan, berikan 2 pendekatan alternatif untuk menyelesaikan [tugas]."
11. Adaptive Prompting: Pola Cognitive Verifier
AI diminta memverifikasi sendiri jawabannya:
"Setelah memberikan jawaban, periksa kembali apakah ada asumsi yang salah atau data yang bertentangan. Jika ada, koreksi."
12. Adaptive Prompting: Pola Flipped Interaction
AI bertanya ke pengguna untuk menggali kebutuhan:
*"Alih-alih saya langsung menjawab, saya akan bertanya 5 pertanyaan kepada Anda untuk memahami kebutuhan bisnis Anda dengan lebih baik."*
Bagian C. Etika Penggunaan AI
1. Mengapa Etika Penting dalam Penggunaan AI?
2. Prinsip-Prinsip Etika dalam AI
| Prinsip | Penjelasan | Contoh Penerapan di Bootcamp
| Transparansi | Pengguna tahu bahwa output berasal dari AI | Setiap insight dari AI di POS diberi label "Dihasilkan oleh AI"
| Akuntabilitas | Ada manusia yang bertanggung jawab atas keputusan AI | Sebelum promo dikirim berdasarkan rekomendasi AI, manajer harus menyetujui
| Privasi | Data pelanggan tidak boleh disalahgunakan | Jangan masukkan PII (nama asli, alamat) ke prompt AI publik. Gunakan anonimisasi.
| Keadilan & Non-Diskriminasi | AI tidak boleh diskriminatif | Pastikan prompt tidak meminta AI untuk "hindari pelanggan dari daerah X"
| Keamanan | Melindungi dari penyalahgunaan | Jangan gunakan AI untuk membuat konten phishing atau penipuan
3. Studi Kasus: Dilema Etika dalam Kehidupan Sehari-Hari
a. Deepfake dan Konten Palsu
b. Membuat Tugas, Karya Ilmiah, atau Presentasi
c. Menulis Surat Lamaran Kerja
d. HR Menggunakan AI untuk Menyaring CV
4. Diskusi: Etis atau Tidak? Anda yang Menentukan!
Situasi 1: Mahasiswa dan Skripsi yang dibantu AI
Situasi 2: HR dan Ribuan CV yang disaring menggunakan AI
Situasi 3: Influencer dan Deepfake